Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Cara Menjadi Karyawan Allah

Jika seseorang ingin bekerja pada sebuah perusahaan, lembaga, atau seseorang, maka orang tersebut harus melamar kepada perusahaan tersebut kemudian setelah diterima harus mematuhi peraturan yang dibuat perusahaan/lembaga/ majikan tempatnya bekerja. Bagaimana cara melamar untuk menjadi karyawan Allah? Jawabannya adalah tidak perlu melamar, karena sebelum dilahirkan, manusia dengan Allah telah mempunyai hubungan yang jauh lebih kuat daripada hubungan kerja, yaitu hubungan antara Tuhan dan hamba. Manusia cukup menyatakan kembali bahwa Allah adalah Tuhan kami. Seperti pada QS al-A’raf (7): 172, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Se...

Menjadikan Allah Majikan

Gambar
Jika kita bertanya : Mengapa banyak orang miskin di Indonesia ? . Berdasarkan sudut pandang  berpikir suprarasional , jawabannya adalah karena kita salah memilih majikan ( Raden Ridwan Hasan Saputra ).  Selama ini kita bekerja kepada makhluk, bisa  perorangan, lembaga, perusahaan, bahkan negara (pegawai  negeri). Padahal kita pahami dan yakini kalau makhluk itu  pasti punya keterbatasan. Sehingga jarang orang mendapatkan kepuasan ketika ia bekerja pada makhluk. Hal ini dibuktikan dengan sering terjadinya orang pindah kerja karena tidak  puas dengan tempat kerja yang sebelumnya, atau karena ada tawaran yang lebih baik. Jika kita memilih menjadikan Allah sebagai majikan, itu adalah pilihan yang sangat cerdas. Menjadikan Allah sebagai majikan berarti kita sudah menjadikan yang Gaib menjadi suatu bahan pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan. Dan itu adalah cara berpikir suprarasional. Jika kita meyakini Allah dan nama-nama Allah ( Asmaul Husna ), maka ke...

Manfaat Cara Berpikir Suprarasional

Gambar
Menurut Abah Raden Ridwan Hasan Saputra, manfaat cara berpikir suprarasional berdasarkan contoh- contoh kisah sebelumnya seperti kisah penaklukkan Konstantinopel oleh kekhalifahan Turky Usmani di bawah kepemimpinan khalifah Muhammad Al Fatih, Kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda, Jepang dan juga Sekutu  dan juga kisah lainnya,  sungguh sangat luar biasa. Orang-orang   yang berpikir suprarasional akan bisa menyelesaikan masalah besar dengan cara-cara yang tidak terpikirkan orang . Mereka juga akan mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka , di mana tidak semua orang mendapatkannya. Orang-orang yang berpikir suprarasional akan menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat untuk orang banyak. Sehingga hidup orang- orang suprarasional ini bisa makmur dan sejahtera . Bahkan kemakmuran dan kesejahteraan itu tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk orang di sekitarnya. Orang-orang yang berpikir suprarasional akan rela mengorbankan harta...

Cara Berpikir Suprarasional dalam Kehidupan

K onstantinopel bisa ditaklukkan oleh sebuah generasi yang berpikir suprarasional . Sebab jika hanya berpikir rasional tidak akan ada yang percaya kalau kaum muslimin mampu menaklukkan Konstantinopel. Demikian halnya zaman sekarang, orang mungkin sulit percaya jika ada yang mengatakan bangsa Indonesia bisa mengalahkan Amerika Serikat, Cina, Jepang dan negara-negara maju lainnya. Namun cara berpikir suprarasional ternyata bisa saja mewujudkan hal ini.  Orang-orang yang yakin dengan hadist Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi Wassalam yang menyatakan Romawi Timur akan jatuh ke "tangan" umat Islam , segera menyiapkan diri sebagai pasukan yang dipilih Allah untuk manaklukkan Romawi Timur (Konstantinopel). Penyiapan diri ini dilakukan pada berbagai bidang terutama dalam membangun kedekatan mereka kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala secara masif. Kekhalifahan Turki Usmani sebagai bangsa yang menyiapkan diri untuk menaklukkan Konstantinopel menyiapkan umatnya terutama dalam ib...

Cara Berpikir Manusia

Gambar
Menurut abah Ridwan, cara berpikir manusia itu dibagi menjadi 4 yaitu : Natural, Rasional, Supranatural dan Ruprarasional.  Cara berpikir natural adalah cara berpikir alamiah. Di mana ketika seseorang menghadapi suatu masalah biasanya hanya mengikuti pola yang sudah ada atau yang bersifat rutin (biasanya begitu). Orang yang cara berpikirnya natural, jarang ada inovasi dan antisipasi masalah. Biasanya cara berpikir seperti ini dimiliki oleh masyarakat pribumi atau penduduk asli terutama yang sudah merasa nyaman dengan kondisi lingkungannya. Cara berpikir rasional adalah cara berpikir yang sudah menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar , tidak hanya berpijak pada sesuatu yang rutin atau sesuai pola yang ada. Cara berpikir rasional ini tumbuh karena faktor pendidikan dan faktor masalah yang terus menerus dihadapi. Biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi dan orang yang merantau (keluar meninggalkan kampung halaman/tanah kelahirannya). Perantau menjadi ra...