Cara Berpikir Manusia
Menurut abah Ridwan, cara berpikir manusia itu dibagi menjadi 4 yaitu : Natural, Rasional, Supranatural dan Ruprarasional.
Cara berpikir natural adalah cara berpikir alamiah. Di mana ketika seseorang menghadapi suatu masalah biasanya hanya mengikuti pola yang sudah ada atau yang bersifat rutin (biasanya begitu). Orang yang cara berpikirnya natural, jarang ada inovasi dan antisipasi masalah. Biasanya cara berpikir seperti ini dimiliki oleh masyarakat pribumi atau penduduk asli terutama yang sudah merasa nyaman dengan kondisi lingkungannya.
Cara berpikir rasional adalah cara berpikir yang sudah menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar , tidak hanya berpijak pada sesuatu yang rutin atau sesuai pola yang ada. Cara berpikir rasional ini tumbuh karena faktor pendidikan dan faktor masalah yang terus menerus dihadapi. Biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi dan orang yang merantau (keluar meninggalkan kampung halaman/tanah kelahirannya). Perantau menjadi rasional dalam berpikir karena lebih sering menghadapi masalah dalam berbagai hal. Kehidupan orang rasional biasanya akan lebih baik daripada orang natural (ingat, biasanya). Orang rasional sudah antisipatif dalam menghadapi masalah dan mempunyai strategi yang inovatif dalam mengatasi/menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu wajar apabila perantau lebih sukses (dalam beberapa hal) daripada orang pribumi. Perantau atau pribumi, tidaklah identik dengan suku bangsa tertentu. Siapapun bisa menjadi perantau bila mau berhijrah dari tempat asalnya/kampung halamannya. Oleh karena itu, siapapun dari suku bangsa apapun punya peluang yang sama untuk menjadi orang sukses.
Cara berpikir supranatural adalah cara berpikir orang-orang natural ketika berada pada posisi sudah tidak bisa lagi menemukan cara dalam mengatasi masalah. Mereka akhirnya meminta bantuan pada mahkluk gaib dalam menyelasikan masalahnya. Cara berpikir seperti ini sudah ada sejak zaman dulu, dan masih berlangsung hingga saat ini.
Cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai oleh orang rasional ketika menghadapi masalah yang sangat sulit dan bahkan tidak bisa diatasi/diselesaikan dengan cara berpikir rasional. Ketika orang rasional mempercayai hal yang gaib , mereka akan memilih untuk meminta pertolongan pada Tuhannya. Seorang muslim akan meminta tolong kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, yang menguasai alam nyata dan alam gaib. Cara berpikir suprarasional ini menjadikan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala sebagai pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan atau tindakan. Sehingga orang suprarasional akan memperoleh solusi yang jitu karena langsung dibimbing oleh Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Cara berpikir suprarasional ini juga mempertimbangkan hal gaib lainnya seperti malaikat, nabi, kitab suci, akherat, surga, neraka , kiamat, takdir, pahala dan juga dosa yang semuanya dalam bingkai keyakinan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Cara berpikir suprarasional ini telah terbukti menghasilkan orang-orang besar/sukses yang mampu menyelesaikan masalah-masalah besar dan menghasilkan karya-karya besar.
Perbandingan cara berpikir suprarasional dengan supranatural bisa dilihat dalam Al Qur'an surah An Naml ayat 38-40 :
"Berkata Sulaiman :' hai pembesar-pembesar , siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri ?'
"Berkata Ifrit yang cerdik (dari golongan jin) ,' aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya, lagi dapat dipercaya'.
Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari al kitab : 'aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip'. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya , ia pun berkata :' ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku akan bersyukur atau mengingkari akan nikmatnya. Dan siapa saja yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan siapa saja yang ingkar (akan nikmatNya) , maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia'.
Dari ayat tadi, ifrit yang berasal dari golongan jin adalah contoh supranatural. Sedangkan seseorang yang mempunyai ilmu dari al kitab adalah contoh dari suprarasional. Bisa disimpulkan kalau suprarasional lebih unggul daripada supranatural. Jadi cara berpikir suprarasional menjadi pilihan terbaik yang dapat kita gunakan untuk menemukan solusi jitu menghadapi permasalahan dalam kehidupan manusia di dunia ini.
Semoga bermanfaat..#suprarasional

Komentar
Posting Komentar