Cara Menjadi Karyawan Allah
Jika seseorang ingin bekerja pada sebuah perusahaan, lembaga, atau seseorang, maka orang tersebut harus melamar kepada perusahaan tersebut kemudian setelah diterima harus mematuhi peraturan yang dibuat perusahaan/lembaga/ majikan tempatnya bekerja.
Bagaimana
cara melamar untuk menjadi karyawan Allah?
Jawabannya adalah tidak perlu melamar,
karena sebelum dilahirkan, manusia dengan Allah telah mempunyai hubungan yang jauh lebih kuat daripada hubungan kerja, yaitu hubungan antara
Tuhan dan hamba. Manusia cukup
menyatakan kembali bahwa Allah adalah Tuhan kami. Seperti pada QS al-A’raf
(7): 172,
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esaan Tuhan).’”
Istilah
menjadi karyawan Allah adalah suatu proses agar manusia
ingat kembali akan perjanjian yang dilakukan manusia dengan
Allah sebelum dilahirkan. Jika manusia ingat kembali dan mematuhinya, insya Allah ia akan selamat di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, perlu ada ikrar kembali dalam hati yang menyatakan kalau kita
adalah karyawan Allah. Sehingga roh
kita kembali ingat akan perjanjian dengan Allah.
Setelah kita menyatakan diri sebagai karyawan
Allah, kita jalankan ketaatan, baik yang
berhubungan dengan Allah atau manusia. Kita tidak hanya rajin shalat, puasa, zakat,
dan ibadah ritual
lainnya, tetapi kita juga taat pada aturan Allah di bidang ekonomi,
hukum, politik, sosial, dan lain-lain. Sehingga kita bisa menjadi karyawan
Allah yang paripurna.
Demikian tadi bagaimana
cara menjadi karyawannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga bermanfaat
#saatnyaberpikirsuprarasional
Komentar
Posting Komentar